Tips Gampang Cara Membuat Hardisk Internal menjadi Eksternal

Hardisk internal yang ada didalam komputer atau laptop kita menjadi salah satu bagian penting dalam sistem komputer. Hardisk juga sangat penting terutama buat kamu yang seneng nyimpen banyak file film atau data penting lainnya.

Hardisk sangat berjasa termasuk untuk menyimpan kenangan-kenangan di masa lalu 🙂

Apabila kamu mengganti hardisk internal komputer dengan yang baru, entah karena ingin menambah kapasitas atau alasan lainnya, jangan sia-siakan hardisk lama yang kamu miliki sebelumnya. Karena hardisk tersebut bisa dipakai kembali sebagai hardisk eksternal.

Kamu bisa memanfaatkannya untuk menyimpan foto, video, maupun berkas atau dokumen lainnya. Berikut ini akan pusatreview jelaskan mengenai cara membuat hardisk internal menjadi eksternal dengan mudah dan murah.

Cara Membuat Hardisk Internal Menjadi Eksternal dengan Mudah

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara membuat hardisk internal menjadi eksternal. Dengan mengikuti step-step berikut ini, kamu dapat mengubah fungsi hardisk yang dimiliki.

Namun perlu diketahui lebih dulu jika ada dua macam ukuran hardisk, yaitu 2,5” yang biasa di laptop dan 3,5” yang digunakan pada PC. Jadi, kamu perlu menyesuaikan penggunaan casingnya lebih dulu, sesuai ukuran hardisk internal yang akan diubah.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Hilangkan pelingdung hardisk

Jika hardisk internal masih memiliki pelindung, maka kamu harus menghilangkannya lebih dulu. Kamu bisa menggunakan alat bantu untuk membuka sekrup pada hardisk. Berhati-hatilah saat membukanya.

2. Siapkan casing eksternal untuk hardisk

casing external 2.5 SATA

Cara membuat hardisk jenis internal menjadi hardisk eksternal kedua adalah dengan menyiapkan casing eksternal. Adapun fungsi dari casing ini adalah mengubah interface SATA menjadi USB.

Jika hendak membeli, casing eksternal ini memiliki harga dengan kisaran Rp. 50.000 sampai dengan Rp 150.000. Dengan menggunakan casing ini, kamu tak hanya bisa menghubungkan hardisk dengan USB, namun juga akan membuat tampilan hardisk internal menjadi sama persis dengan hardisk eksternal yang sesungguhnya.

Dan jika ingin mendapatkan kecepatan transfer data, kamu dapat membeli casing dengan sambungan USB 3.0.

3. Buka casing eksternal dan masukkan hardisk

Langkah yang selanjutnya adalah membuka casing eksternal. Lalu cara membukanya adalah dengan mengunlocking menggunakan saklar, lalu geser bagian ujung yang nampak terbuka, lalu masukkan dalam hardisk.

Nah, kamu perlu berhati-hati saat menggeser hardisk, karena saat memasukkannya, yang juga perlu untuk diperhatikan adalah orientasi dari port SATA yang dipakai.

4. Hubungkan casing eksternal ke laptop atau PC

Cara membuat hardisk internal menjadi hardisk eksternal selanjutnya adalah dengan menghubungkan casing eksternal ke laptop atau PC, gunakan kabel USB untuk menghubungkannya.

Sebaiknya gunakan casing yang menggunakan port USB 3.0 supaya proses transfer data bisa lebih cepat dan mudah.

Ini dilakukan untuk mengecek apakah hardisk eksternal kamu bisa berfungsi atau tidak.

Selain itu juga perhatikan posisi hardisk agar selalu dalam keadaan tidak miring dan ditaruh diatas permukaan yang rata.

5. Pantau pada laptop atau PC

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan, selanjutnya lihatlah pada laptop atau PC. Apabila cara memasukkan hardisk yang kamu lakukan di nomor 3 sudah tepat, maka hardisk tersebut akan terbaca dan muncul di sana.

Sekarang, kamu bisa menggunakan hardisk tersebut untuk menyimpan berbagai macam file, mulai dari video, foto, dah juga file-file penting kamu lainnya.

6. Lihat di Manajemen Desk

Apabila hardisk belum terbaca, coba cari di menu start dan lihatlah pada Manajemen Desk. Carilah disk yang memiliki ruang tak terisi.

Atau carilah disk yang tidak ada huruf drive pada Manajemen Desk-nya. Jika sudah, klik kanan dan lakukan pemformatan.

Lihat juga: Cara Membuat Password Pada Flasdisk Tanpa Software

Nah, itulah tadi cara membuat hardisk internal menjadi eksternal yang bisa kalian ikuti. Mudah bukan? Dengan begitu, kalian bisa memanfaatkan hardisk internal yang sudah tidak terpakai.

Jangan sampai, hardisk tersebut malah dibuang karena tidak mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya kembali. Semoga artikel di atas bermanfaat untuk kamu semua dalam mengubah hardisk internal menjadi eksternal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *